| |

Seluruh Peserta Kompeten, Universitas Islam Malang dan Balai Jasa Konstruksi Wilayah IV Surabaya Perkuat Sinergi Cetak SDM Konstruksi Profesional

Malang – Suasana optimisme dan semangat menyambut dunia kerja terasa di Ruang Sidang Drs. KH. Abdul Ghofir, Gedung Umar Bin Khattab lantai 4 Universitas Islam Malang (UNISMA), Jumat (22/5/2026). Sebanyak 34 alumni dan calon lulusan Fakultas Teknik Universitas Islam Malang mengikuti Kegiatan Uji Sertifikasi Ahli Muda Jenjang 7 (Fresh Graduate) bagi Lulusan/Calon Lulusan yang diselenggarakan oleh Balai Jasa Konstruksi Wilayah IV Surabaya, Direktorat Jenderal Bina Konstruksi, Kementerian Pekerjaan Umum, bekerja sama dengan Fakultas Teknik Universitas Islam Malang.

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi para peserta yang berasal dari Program Studi Teknik Sipil, Teknik Mesin, dan Teknik Elektro. Tidak hanya sebagai ajang pengujian kompetensi, kegiatan ini juga menjadi langkah nyata dalam mempersiapkan lulusan yang lebih siap menghadapi tantangan dunia kerja profesional.

Acara dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas Islam Malang, Prof. Drs. Junaidi, M.Pd., Ph.D. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya program sertifikasi kompetensi yang memberikan nilai tambah bagi lulusan perguruan tinggi.

Menurutnya, saat ini dunia kerja membutuhkan lulusan yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga mampu menunjukkan kompetensi yang terukur dan diakui secara profesional. Karena itu, sertifikasi profesi menjadi salah satu bekal penting bagi mahasiswa dan alumni ketika memasuki dunia industri.

Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Balai Jasa Konstruksi Wilayah IV Surabaya dengan Fakultas Teknik Universitas Islam Malang. Penandatanganan kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi dalam pengembangan sumber daya manusia sektor konstruksi.

Melalui kerja sama tersebut, kedua institusi berkomitmen untuk terus bersinergi dalam berbagai program peningkatan kompetensi, pelatihan, sertifikasi profesi, hingga pengembangan kapasitas mahasiswa dan lulusan di bidang konstruksi. Kehadiran program seperti ini diharapkan dapat semakin mendekatkan dunia pendidikan dengan kebutuhan nyata industri.

Dekan Fakultas Teknik Universitas Islam Malang, Dr. Ir. Ena Marlina, S.T., M.T., menyampaikan bahwa sertifikasi kompetensi merupakan bagian dari upaya fakultas dalam menghasilkan lulusan yang unggul, profesional, dan siap bersaing.

Menurutnya, saat ini lulusan teknik dituntut memiliki lebih dari sekadar kemampuan akademik. Dunia industri membutuhkan tenaga kerja yang memahami standar profesi, memiliki kompetensi yang terukur, dan mampu bekerja sesuai kebutuhan lapangan.

“Kami ingin lulusan Fakultas Teknik Universitas Islam Malang tidak hanya lulus dengan nilai akademik yang baik, tetapi juga memiliki pengakuan kompetensi yang dapat menjadi nilai tambah ketika melamar pekerjaan. Karena itu, kami sangat mengapresiasi kerja sama dengan Balai Jasa Konstruksi Wilayah IV Surabaya yang telah memberikan kesempatan bagi mahasiswa dan alumni kami untuk mengikuti sertifikasi ini,” tuturnya.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan sertifikasi melibatkan empat asesor bersertifikat BNSP yang melakukan asesmen terhadap seluruh peserta. Para peserta mengikuti proses uji kompetensi sesuai dengan jabatan kerja yang dipilih, yaitu Ahli Muda Teknik Bangunan Gedung, Ahli Muda Teknik Jalan, Ahli Muda Teknik Jembatan, Ahli Muda K3 Konstruksi, dan Ahli Muda Keselamatan Konstruksi.

Proses asesmen berlangsung secara profesional melalui pemeriksaan portofolio, verifikasi dokumen, wawancara kompetensi, serta penilaian terhadap penguasaan unit-unit kompetensi sesuai standar yang berlaku. Seluruh tahapan tersebut dirancang untuk memastikan bahwa peserta benar-benar memiliki kemampuan yang dibutuhkan dalam dunia konstruksi.

Bagi para peserta, kegiatan ini bukan sekadar ujian, melainkan pengalaman berharga yang memberikan gambaran nyata tentang standar kompetensi yang berlaku di dunia kerja. Banyak peserta mengaku lebih percaya diri setelah mengikuti proses sertifikasi karena memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai tuntutan profesi yang akan mereka jalani.

Kabar menggembirakan datang di akhir kegiatan. Dari seluruh peserta yang mengikuti proses asesmen, 100 persen dinyatakan kompeten. Hasil ini menjadi pencapaian yang membanggakan, baik bagi peserta maupun Fakultas Teknik Universitas Islam Malang.

Capaian tersebut menunjukkan bahwa proses pembelajaran yang selama ini diterapkan di Fakultas Teknik Universitas Islam Malang telah mampu menghasilkan lulusan yang sesuai dengan kebutuhan industri dan standar kompetensi nasional. Keberhasilan ini sekaligus menjadi bukti bahwa sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah dapat memberikan dampak nyata dalam menyiapkan sumber daya manusia konstruksi yang berkualitas.

Melalui kegiatan ini, Fakultas Teknik Universitas Islam Malang berharap semakin banyak mahasiswa dan alumni yang terdorong untuk mengikuti sertifikasi profesi sebagai bekal memasuki dunia kerja. Sebab di tengah perkembangan industri yang semakin dinamis, kompetensi yang diakui secara profesional menjadi salah satu kunci penting untuk membuka peluang karier yang lebih luas.

Bagi para peserta, sertifikat Ahli Muda Jenjang 7 yang diperoleh bukan hanya selembar dokumen, tetapi juga menjadi simbol kesiapan mereka untuk melangkah ke dunia profesional dan berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur Indonesia di masa depan.

Similar Posts